Tips Melarang Anak tanpa Kata ‘Tidak’ atau ‘Jangan’

February 12, 2014 Tips Handal  No comments

Tips Melarang Anak tanpa Kata Tidak atau Jangan

Anak bunda sering melakukan hal yang tidak sepatutnya atau berbahaya, kita selalu menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’. Tapi jika terus menerus menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’ bisa mempengaruhi perkembangan serta kecerdasan emosionalnya. Melarang anak sebenarnya tidak harus selalu menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’, Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melarang anaknya bun.

Cara Melarang Anak tanpa Kata ‘Tidak’ atau ‘Jangan’

Berikan alasan

Bunda bisa menggunakan kalimat seperti “mama atau papa tahu kamu menyukainya, tapi…” dengan alasan yang diberikan, anak akan bisa mengerti mengerti hal yang tidak patut dilakukan. Si anak nantinya juga bisa menasihati teman sebayanya ketika melakukan hal yang serupa.

Pakai isyarat berhenti

Melarang tidak harus secara verbal, melarang anak juga bisa menggunakan isyarat yang bisa membantu bunda menegurnya jika berada di tempat ibadah.

Cari larangan pengganti yang kreatif

Saat melarang anak, bunda bisa menggunakan kalimat yang kreatif sebagai pengganti kata ’tidak’ atau ‘jangan’ seperti “itu kotor dan bisa membuat kamu nanti sakit nak”, “ini bukan untk anak-anak”, atau “kamu nanti bisa dapat yang lebih bagus”. Kalimat pengganti seperti ini bisa membuat anak lebih nyaman ketika dilarang tanpa harus mendengar kata ‘tidak’ atau ‘jangan’ secara langsung.

Alihkan perhatiannya

Salah satu cara terbaik mengatakan ‘jangan’ atau ‘tidak’ dengan cara mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang lebih menarik. Khusunya balita, memiliki memori jangka pendek yang bisa membuatnya melupakan permintaan mereka sebelumnya setelah melakukan aktivitas lain.

Jangan terlalu sering melarangnya

Jika anak bermasalah, sebaiknya bunda menghindari mengatakan tidak atau jangan terlalu sering, namun tanggapilah anak dengan respon yang positif yang bisa membuat anak memahami hal yang dilarang oleh orang tua adalah sesuatu yang benar-benar berbahaya sekaligus merugikannya.

Kini bunda sudah bisa mencoba cara ini untuk menghindari menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jarang’ terlalu sering pada anak agar kecerdasan emosionalnya tidak terganggu. Selamat mencoba ya bun, semoga artikel yang saya kuti dari boldsky ini bermanfaat.

Dibaca 765 kali

Yuk Bun Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>