Cara Praktis Merawat Bayi yang Baru Disunat

October 29, 2014 Tips Handal  No comments

bayi laki-laki, sunat bayi, popok, sunat, penis bayi

Agak aneh rasanya jika masih bayi sudah disunat. Namun, apabila sunat ketika bayi harus dilakukan, bunda perlu memperhatikan cara merawat lukanya agar tidak infeksi.

Metode sunat saat ini dipraktekkan menggunakan benang modern yang tidak perlu dilepas karena otomatis akan menyatu dengan kulit.

Sunat bukan hanya masalah anjuran agama, adat, dan budaya, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.

Sehingga, saat ini telah banyak bunda yang merasa sangat perlu untuk melakukan sunat pada bayi laki-lakinya.

Komplikasi yang jarang setelah sunat dapat menyebabkan masalah pada kulit yang menutupi ujung penis (kulup penis) seperti dikutip dari MayoClinic, antara lain :

  1. Kulup penis mungkin dipotong terlalu pendek atau terlalu panjang
  2. Kulup penis mungkin gagal untuk sembuh dengan baik dan normal
  3. Kulup yang tersisa mungkin menyambung kembali ke ujung penis, sehingga memerlukan perbaikan dengan bedah minor.

Setelah disunat, tentunya bunda harus merawat luka bekas sunat bayi. Namun, mungkin tidak semua bunda telah memahami bagaimana cara merawat bayi setelah disunat.

Ada beberapa cara dalam merawat bayi laki-laki setelah disunat bunda untuk mencegah infeksi dan agar lukanya cepat sembuh :

Jaga kebersihan penis

Sangat  penting memperhatikan kebersihan penis bayi yang baru disunat dan menjaga agar penis dan lukanya tetap kering. Setiap kali bunda ingin mengganti popok, usaplah dengan lembut setiap kotoran di daerah tersebut.

Bila bayi bunda pipis, basuh penisnya dengan air hangat, lap dengan kain kering yang bersih. Gunakan sabun lembut yang tidak mengandung pewangi untuk membersihkan area sekitar penis. Gunakan spons mandi untuk membersihkan daerah tersebut sampai penis bayi sudah sembuh. Setelah itu, gunakan popok atau celana dalam yang kering dan bersih.

bayi laki-laki, sunat bayi, popok, sunat, penis bayi

Ditutup atau Dibuka?

Ada dokter yang menyarankan penis bayi ditutup dengan kain kasa sampai sembuh, ada juga dokter yang menyarankan membiarkannya terbuka tanpa perlu ditutup dengan kain kasa.

Jika dokter menyarankan bunda untuk menutup penis bayi, oleskan sedikit gel petroleum yang sudah diresepkan dokter pada ujung penis bayi terlebih dahulu sebelum membungkusnya dengan kain kasa kecil atau perban di atasnya.

Ganti kain kasa sehari tiga kali, setelah mandi pagi, sore, dan menjelang tidur. Bila kain kasa basah, ganti dengan yang baru. Jika dokter menyarankan untuk tidak menutup penis sampai sembuh, bunda tetap perlu mengoleskan sedikit gel petroleum pada ujung penis bayi setiap kali mengganti popok untuk menjaga agar popok tidak bergesekan dengan penis yang disunat.

Selain itu pakaikan popok/celana yang longgar, paling tidak selama 3 hari. Hal ini selain untuk menghindari terjadinya gesekan dan iritasi, kondisi ini akan memberi kesempatan luka terpapar udara, membantu proses pengeringannya.

Selain itu, bunda perlu mewaspadai masalah yang muncul pada penis bayi yang baru disunat. Bila masih ada sedikit darah di popok, hal itu masih wajar dan baik-baik saja. tetapi, bunda perlu mewaspadai jika ada gejala masalah pada penis bayi yang baru disunat seperti ini :

  1. Pendarahan dalam jumlah yang cukup banyak
  2. Demam
  3. Pembengkakan
  4. Berkerak, berisi cairan luka
  5. Kesulitan buang air kecil
  6. Perawatan lanjutan setelah penis sembuh

Perlu diingat bunda, setelah penis bayi sembuh, bunda harus tetap menjaga kebersihan penis bayi dengan menyeka, dan membersihkan penis setiap kali bayi BAB.

Terkadang ada sedikit kulup yang tertinggal setelah sunat, dan jika ini terjadi pada bayi bunda, tarik kulit punggung penis dengan lembut dan bersihkan area di bawahnya saat mandi.

Pastikan juga untuk menyeka alur di bawah kepala penis bayi dengan lembut saat akan mengganti popok atau sedang mandi. Bunda pun perlu memperhatikan kebersihan organ vital bayi.

Dibaca 4119 kali

Yuk Bun Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>