5 Cara Menambah Kedekatan Ayah dan Anak Laki-lakinya

August 13, 2014 Tips Handal  No comments

Sejumlah laki-laki dewasa memiliki sifat tertutup dan sulit untuk mengekspresikan sesuatu kepada orang lain. Banyak hal yang membentuk sifat seseorang menjadi seperti demikian. Salah satunya adalah karena kurang komunikasi dengan orangtua dan saudara di rumah semasa kecil. Jadi setelah laki-laki tersebut dewasa akan kurang pintar dalam mengekspresikan sesuatu. Lalu, masalah laki-laki dewasa yang seperti ini sering menjadi masalah ketika ia memiliki anak. Apakah ia ingin melanjutkan sifat tertutup itu kepada anaknya? Tentu tidak, sebagai orangtua tentu kita ingin bisa mengetahui banyak hal tentang anak kita.

Dalam salah satu penelitian yang diterbitkan dalam American Psychologist, Dr. Louise Silverstein menuliskan bahwa ada bukti korelasi langsung antara ketidakberadaan Ayah dengan meningkatnya tingkah laku agresif pada anak laki-laki dan perilaku dewasa sebelum waktunya pada wanita, demikian disebutkan oleh health.okezone

Masihkah relevan seorang ayah berpikir, “mengurus anak adalah tugas istri.”

Sebagian orang terlibat dengan ketentuan adat dan menjaga budaya yang sudah ada secara turun temurun. Tapi sebenarnya berpikir demikian tentu memiliki kelemahan. Banyak anak lebih respect dan memiliki kedekatan emosional hanya dengan ibunya saja. Pola pikir ayah yang seperti ini menyebabkan kecenderungan anak berpikir ayah hanya bisa bersikap disiplin dan memarahi anak. Pada akhirnya anak hanya nyaman dengan ibunya saja.

Kalau sudah demikian, malah akan sulit untuk ayah memiliki wibawa di depan anak. Kalaupun anak laki-laki takut dan terlihat menghormati ayahnya, itu hanya sikap semu. Sebenarnya anak tidak begitu tapi mereka hanya berpura-pura seperti itu. Jadi, lebih baik ayah merubah pola pikir dan pola pengasuhan anak. Banyak cara agar seorang ayah tambah dekat dengan anak laki-lakinya.

5 Cara Agar Menambah Kedekatan Ayah dan Anak Laki-lakinya

1. Melibatkan anak dalam merapikan kamarnya

Suatu hari saat libur kerja, ayah bisa merapikan ruangan atau kamar anak. Sebagai contoh, ubah tatanan kamar tidur anak dan jadikan ini sebuah kesibukan yang berkualitas. Mulai dari membicarakan pindah posisi lemari, kaca, tempat tidur, meja belajar dan barang lainnya. Tanya pendapat anak karena kamar yang akan kita rapikan adalah miliknya. Setelah itu libatkan anak dalam proses merapikan setelah posisi berubah.

2. Meminta bantuan kepada anak

Mintalah bantuan kepada anak saat melakukan aktifitas sehari-hari. Seperti saat menyuci mobil, mintalah bantuan untuk mengambil lap kanebo atau mungkin mengelap. Minta bantuan apa saja yang sekiranya mudah untuk dilakukan oleh anak.

Selain bekerja bersama, luangkan waktu untuk bermain bersama. Bermain bukan sekadar kesempatan untuk bersenang-senang. Riset menunjukkan bahwa sambil bermain bersama anaknya yang masih kecil, seorang ayah mendorong si anak untuk lebih berani dan tidak takut mencoba hal baru.

3. Bermain bersama anak

Luangkan waktu untuk main bersama dengan demikian anak bisa merasa kehangatan dan keseruan memiliki seorang ayah seerti Anda.

4. Carilah minat yang sama

Apa hobi atau kegiatan yang disukai anak, cari tahu dan lakukan bersama-sama. Suami dan anak-anak saya sangat suka bersepeda, mereka melakukan hal ini bersama-sama. Meski tidak dilakukan setiap hari tapi dalam seminggu minimal mereka melakukannya sekali. Melakukan kegiatan yang mereka suka bersama bisa mencairkan suasana.

5. Bangun rasa percaya diri anak

Ketika anak bertemu dengan orang baru saat ia masuk ke sekolah baru, peran ayah sangat penting untuk membangun rasa percaya diri pada anak. Pada keadaan apapun ayah harus bisa mengembalikan rasa percaya diri anak laki-lakinya. Ayah juga harus bisa mencontohkan sikap pemberani agar anak laki-lakinya bisa berani untuk membela hal yang benar.

Cara lain yang juga bisa disimak seperti saran yang sama temukan di fanpage Konicare sbb:

menambah kedekatan ayah dan anak laki-laki

source: Bunda Konicare

Baca Juga:

Manfaat Selalu Sedia Minyak Telon

Wajib atau Tidak USG bagi Ibu Hamil?

Dibaca 645 kali

Yuk Bun Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>