Seputar Ibu Hamil dan Mitos Makanan

June 16, 2015 Tentang Kehamilan  No comments

Seputar Ibu Hamil dan Mitos Makanan

Kehamilan adalah sebuah anugerah yang ternilai harganya karena ini adalah awal mula sebuah kehidupan yang baru. Oleh karena itu, banyak juga aspek yang harus diperhatikan dan tak jarang beberapa diantaranya tak memiliki latar belakang medis alias hanya mitos. Tak jarang para ibu dibuat bingung dengan mana yang benar, mana yang hanya sekedar mitos.

Berikut ini adalah beberapa mitos yang sering didengar oleh Ibu dan kebenaran di baliknya.

Porsi Banyak karena Makan untuk Dua Orang

Mitos yang paling sering didengar. Asupan gizi ibu hamil memang harus dijaga demi kesehatan si kecil. Tapi jangan sampai berlebihan. Perhatikan juga berat badan ideal saat hamil agar bayi tidak terlalu besar ataupun kecil. Normalnya, kenaikkan berat badan ibu hamil dengan BMI (Body Mass Index) normal adalah sekitar 12-15 kg. Sedangkan untuk ibu yang obesitas hanya 6-12 kg.

Kacang Membuat Alergi

Karena alergi sifatnya genetik, maka sekedar mengkonsumsi kacang jika sang Ibu tidak memiliki riwayat alergi, maka si kecil aman. Untuk menghindari alergi, makanan-makanan yang menjadi pemicu bisa diperkenalkan saat usia dini setelah bayi lahir. Namun mengkonsumsinya selama kehamilan sendiri tak akan memberikan pengaruh alergi terhadap bayi.

Baca Juga:Seberapa Penting Gizi Ibu Hamil Perlu Diperhatikan?

Bayi Botak karena Sambal

Mitos yang sering membuat ibu hamil jadi super selektif saat makan. Cabai dan rambut bayi sama sekali tidak berkaitan. Walau memang disarankan bagi Ibu yang sedang hamil untuk menghindari makanan-makanan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan diare. Diare dapat meningkatkan resiko seorang Ibu hamil terkena wasir.

Nanas Picu Keguguran

Mitos yang diperkuat dengan seringnya adegan di sinetron dimana seorang wanita berusaha menggugurkan kandungan dengan cara mengonsumsi nanas muda. Hal ini salah besar karena kandungan vitamin dan serat pada nanas justru sangat baik dan dibutuhkan oleh Ibu yang sedang mengandung.

Susu Membuat Bayi Putih dan Kopi Membuat Bayi Hitam

Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya. Warna kulit ditentukan dengan kode genetik yang sudah ada pada bayi dari sejak ia terbentuk di Rahim seorang ibu. Jadi, mau mengkonsumsi warna minuman apapun tidak akan mempengaruhi warna kulit bayi. Walau para dokter menyarankan untuk para Ibu mengurangi konsumsi kafein hingga menjadi 200 mg per hari. Tidak lebih. Takaran ini setara dengan dua gelas kopi instan atau empat cangkir teh dengan rasa sedang atau cokelat panas atau 6 cangkir cola per hari.

Nah, semoga uraian ini bermanfaat bagi Ibu dan mempermudah Ibu untuk memperhatikan kesehatan selama mengandung.

Seputar Ibu Hamil dan Mitos Makanan

Dibaca 291 kali

Yuk Bun Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>