Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Belum dilakukan Orang Indonesia

October 8, 2012 News  No comments

 
Mayoritas penduduk Indonesia belum melakukan kebiasaan cuci tangan dengan menggunakan sabun. Itulah sebabnya mengapa Lifebuoy meluncurkan program CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Menurut Amalia Sarah, Senior Brand Manager Lifebuoy, dalam peluncuran “Gerakan 21 Hari Lifebuoy Turut Mewujudkan Indonesia yang Lebih Sehat di Pasific Place, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2012), “Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan sehat masyarakat Indonesia dengan mencuci tangan pakai sabun pada berbagai kesempatan, seperti sebelum dan sesudah makan, sesudah dari WC, dan juga sebelum menyusui.”
Program G21H yang diprakarsai oleh Lifebuoy ini berdasarkan bermacam-macam pendapat dan penelitian yang dilakukan oleh pakar perubahan perilaku bahwa membentuk kebiasaan baru harus dilakukan secara terus-menerus tanpa putus dalam waktu minimal 21 hari. Sasaran utama dari program ini adalah murid-murid sekolah dasar, komunitas sekolah, dan para guru. Kebiasaan CTPS yang ditanam sejak dini kemungkinan besar akan terbawa terus sampai tua. Program yang dilaksanakan di sekolah ini juga penting dalam meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan para siswa.
Program CTPS Lifebuoy ini juga menyasar keluarga, karena keluarga merupakan unit terkecil dari bangsa, dan dari sinilah dimulai tahapan penting dari proses penanaman budaya dan pendidikan yang baik. Untuk mendukung program ini Lifebuoy menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI), beberapa kementrian, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) pusat, sejumlah yayasan, dan juga beberapa LSM. Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sumatera Utara dan tiga provinsi yang memiliki tingkat PHBS dan CTPS terendah adalah target awal program ini. Tiga provinsi yang memiliki tingkat CTPS dan PHBS terendah adalah Sulawesi Selatan (22,13 %), Banten (19,29 %), dan Sumatera Barat (7, 81 %).
Amalia Sarah melanjutkan, “Sampai saat ini sudah lebih dari 745sekolah di 10 provinsi di Indonesia yang dibantu untuk melakukan kebiasaan sehat ini. Sedangkan untuk ditingkat keluarga dibantu dengan dukungan TP PKK pusat, dan TP PKK di 33 provinsi.”
Setelah program ini dilaksanakan dan diimplementasikan di 10 provinsi, hasilnya sekitar 127.441 siswa SD atau 70% dari total peserta G21H dinilai berhasil melakukan semua kebiasaan sehat dalam lima saat penting yang sudah ditentukan, yaitu mandi pakai sabun setiap hari, cuci tangan pakai sabun sesudah dari toilet, sebelum dan sesudah makan pagi, siang, dan makan malam. Mereka melakukannya selama 21 hari berturut-turut tanpa putus.
“Sampai saat ini CTPS sebelum dan sesudah makan sudah berhasil dilakukan, namun menuru pengamatan yang paling sulit dilakukan oleh peserta adalah CTPS setelah dari toilet, “tutur Amalia Sarah.
Dengan melihat tingkat keberhasilan program G21H yang bisa mencapai 70%, maka diharapkan program ini bisa berdampak pada peningkatan tingkat kesehatan dan juga mutu pendidikan di Indonesia. Berdasarkan tingkat keberhasilannya, program G21H dinilai akan mampu menggerakkan berbagai pihak untuk bisa hidup lebih sehat dan bersih.

Dibaca 709 kali

Yuk Bun Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>